Bataviase

M DJALI YUSUF: “Kami Tak Memprovokasi Pihak yang Kontra”

SERIBUAN pendukung SBY-Boediono yg tergabung Komite Nasional masyarakat Indonesia (KNMI) berkumpul di Plasa Barat Istora. Senayan. Jakarta pusat. pekan (28/2) sbg wujud keputusan mereka sehubungan dgn hasil Pansus Bank Century.

kami bukan menggelar pasukan, lagi pula apel akbar juga sebagai ekspresi memberi dukungan duet pemerintahan hasil Pilpres 2009. formalitas ini tergantung bersama hasil Pansus Bank Century yg dinilai memfitnah dan mengancam SBY-Boediono,1 tegas ketua Umum KNMl Mayjen Pur M Djali Yusuf di sela-sela program tersebut.

kami tak sanggup menerima sikap yg dilakukan oleh pihak-pihak yg senantiasa bersikap negatif untuk SBY-Boediono kami menuturkan kepada segenap pendukung tentang pertanyaan yg sebenarnyasehingga terjadi pelomik terhadap bail out sebesar Rupiah 6,7 triliun ke Bank Century,” papar mantan Pangdam l/lskandar Muda.

apel akbar ini ditujukan buat SBY-Boediono bahwa mereka tak sendirian dalam menanggapi masalah negara. kami juga memberi dukungan pemerintahannya, sehingga mereka mampu melanjutkanpemerintahannya dgn menjalankan program-program kerakyatan, ujar Djali Yusuf.

disaat disinggung gerakan tersebut memancing pihak yg kontra, Djali mengeaskan bahwa pihaknya memiliki hak yg sama dalam menanggapi masalah negara, khususnya Bank Century. Dan kegiatan itu tidakbermaksud untuk menarik pihak yg kontra. kami tak memancing atau menjahili pihak yg kontra. kami tak memprovokasi. kami cuma menggandeng semua orang menanggapi persoalan Bank Century dengan cara utuh. jangan sampai hingga berlangsung perpecahan di antara anak bangsa. silahkan kita serahkan perkara Bank Century ke area undang-undang, bukan politik,” tegasnya.

sedangkan ketua Umum Barindo Muchayat menyambung, sejak pilpres 2004 hingga pilpres 2009, mereka telah memberi dukungan SBY sebagai calon presiden meski pemerintahan SBY-Boediono sedangdiguncang badai kasus Bank Century, Muchayat menegaskan, Banndo terus konsisten mengawal dan mengkritisis jalannya pemerintahan. kami masih eksis mendukung pemerintah melaksanakan program-program yg prorakyat,katanya. Muchayat yg mantan bendahara Golkar ini menyesali adanya tindakan massa akhir-akhir ini yg turun ke jalan, tetapi sudah keluar dari koridor undang-undang, melanggar etika, dan menanggalkan sopan santun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *