Bataviase

Kementerian Perdagangan Ajak Konsumen Berlaku Cerdas

Kementrian Perdagangan menyiarkan gerakan konsumen cerdas bersama maskot kancil bernama Si Koncer. kegiatan itu guna menggandeng costumer bersikap kritis, teliti serta berhati-hati dalam berbelanja produk barang ataupun jasa.

Seusai mengawasi kepatuhan . pedagang dan pebisnis menjalankan aturanperlindungan konsumen di pasar segar dan ramah mandiri, serta pasarswalayan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, kemarin, Menteri Perdagangan (Mendag) Marie E Pangestu menandai pencanangan gerakan itu.

Pencanangan itu dilakukan dengan memberikan maskot Si Koncer, antara lain kepada Menteri Koordinator Kesejahteraan rakyat Agung Laksono, kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Kustantinah, dan delegasi pengusaha.

pada kesempatan itu, Mendag mengemukakan empat perjanjian utama dalam membayar produk. yakni cek sebelum membayar, melihat stiker dan periode kedaluwarsa, memastikan produk bertandajaminan kualitas standar Nasional Indonesia (SNI), serta berbelanja tepat dgn kepentingan, bukan kemauan. harus teliti sebelum membeli. Minimal melihat tanda yg kasat mata buat ingat kondisi barang yg ditawarkan.”

tidak hanya itu, Mendag mengimbau agar pembeli melihat stiker bagi paket produk untuk mengetahui komposisi, aturan pakai, dan masa kedaluwarsa produk serta kode nomer pendaftaran produk di Badan POM.

dirinya melanjutkan, pembeli mesti memperhatikan hak mereka serta. mencan informasi untuk mempertimbangkan produk yg dapat dimakan agar terhindar dari beberapa-barang yg tak memenuhi standar.

pemerintah ada tugas pengawasan. Namun, customer juga merupakan bagian penting dari kegiatan pengawasan.”

label bahasa Indonesia

pada kesempatan yg sama, kepala Badan POM Kustantinah menyampaikan pihaknya akan mengintensifkan pengawasan produk makanan dan minuman pada dua pekan menjelang Lebaran.

“Badan POM mengintensifkan pengawasan terutama kerupuk yg berbahan pewarna berbahaya, tahu berformalin dan berwarna, juga makanan kaleng yg telah penyok, masuk kategori berbahaya.”

dirinya meneruskan, pihaknya masih dapat menjaring produk makanan dan minuman yg tak berlabel bahasa Indonesia atau berlabel tak tepat dgn standar.

tuturnya, sejak mulai 1 September mendatang, Badan

POM akan mengeluarkan surat edaran tuntutan terhadap pembuat dan importir hasil pangan buat memanfaatkan label berbahasa Indonesia pada produk mereka. surat edaran ini untuk mengingatkan kembali kepada seluruh produsen dan importir guna mematuhi ketentuan yg telah ada.” terang Kustantinah.

Adapun dalam keputusan baru tertulis, pembuat dan importir yg baru meregistrasi produk makanan dalam dan luar negeri per 1 September, wajib memakai label bahasa Indonesia. Sementara itu, bagi produkmakanan dalam dan luar negeri yg telah mendaftar sebelum 1 September, diberi kesempatan enam bln untuk memperbarui labelnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *