Bataviase

Jumlah Penderita Katarak di Indonesia Mencapai 1,5 Juta Jiwa

Indonesia sbg negara tropis yg mempunyai dua musim dapat berbangga dengan paparan sinar matahari yg cukup dibanding negara lain yg mempunyai empat periode. Namun cahaya mentari yg berlebih ini justru jadi bumerang terhadap kesehatan mata masyarakatnya. Salah satunya menjadi pemicu katarak.

“Katarak tidak sedikit menimpa penduduk Indonesia yg bekerja di bawah terik matahari, seperti penangkap ikan dan petani, kata Rita Polana, dokter pakar mata RS Puri Cinere, di Jakarta, Rabu (27/11) siang.

bagi dirinya, Indonesia hingga disaat ini adalah negara dgn jumlah pengidap buta katarak paling tinggi ke-2 di Asia Tenggara, meraih 1,5% atau 2 juta jiwa. tiap-tiap tahunnya melaju 240.000 orang yg terancam menderita kebutaan.

sbg perbandingan di Bangladesh angka kebutaan 1%, di India 0,7%, dan Thailand 0,3%. pemeriksaan yg dilakukan Kementerian kesehatan memperlihatkan, penyebab mutlak kebutaan di Indonesia yaknikasus katarak (0,78%), disusul persoalan glaukoma (0,12%), kelainan refraksi (0,14%), dan kasus lain terkait usia lanjut (0,38%).

besar nya jumlah pengidap katarak di Indonesia berbanding seimbang dgn jumlah masyarakat umur lanjut bagi thn 2000 yg diperkirakan se besar 15,3 juta (7,4% berasal keseluruhan masyarakat) tidak hanyaterlampaui seringnya mewarisi cahaya surya, factor zat makanan yg gila pun jadi penyebab katarak. persoalan diabetes masih ikut menyokong buat tingginya jumlah orang sakit katarak.

walau katarak condong diderita oleh masyarakat lanjut umur, perlu Rita, beberapa problem tengah merambat grup belia. Di dalam prakteknya, Rita sudah termakbul jalankan pembedahan katarak untuk cukup umur yg semula berumur 15 tahun.

apalagi ada tengah keluhan katarak untuk bayi. biasanya katarak untuk bayi disebabkan oleh campuran empat kejadian infeksi yg biasa dikenal dgn TORCH, yaitu Toksoplasma, Rubela, Cytomegalovirus/CMV dan Herpes simplex. abses TORCH sosor ibu hamil, dan dapat ditularkan pada janinnya.

tetapi salah satu penangkalan katarak terkecuali gizi yg pass, pun ialah pemakaian kacamata hitam. Maksudnya bukan terhadap gaya-gayaan sebaliknya meminimalisir terjadinya katarak di umur dini,” katanya.

Lebih jauh Rita mengemukakan, tingginya angka pesakit katarak ini teramat ironi dan berbanding menjengkelit bersama keadaan alam Indonesia yg tajir raya. factor anggaran yg mengatur warga malas jalankanperbuatan pemotongan, dan sanggup menyaksikan dgn alami kembali.

menyaksikan keadaan ini, RS Puri Cinere jalankan perbuatan bersahabat berwujud pelayanan free pemotongan katarak buat 53 orang sakit bersama 61 mata. tindakan bersahabat ini sektor permulaansambungan seremoni ulang th ke-22 RS Puri Cinere buat 15 Desember mendatang.

bagi operasinya tunggal, kata Rita, dilakukan bersama memanfaatkan taktik Fako Emulis ialah pembedahan berteknologi tinggi yg cuma cakup menghipnotis lokal atau tets dan radang minimal. Lensa keruh diangkat dan digantikan bersama lensa bikinan yg ditanam dengan cara permanen, maka meminimalisir terjadinya komplikasi. dengan cara mekanisme, perbuatan ini sanggup dilakukan cuma dalam disaat 15-20 menit.

Source: Beritasatu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *