Bataviase

Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Dihapus

Kementerian Perumahan rakyat (Kemenpera) bakal menghentikan program hunian subsidi lewat skema sarana Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau subsidi bunga kredit Pemilikan rumah (KPR) kusus terhadap hunian tapak (landed house). Rencananya keputusan ini bakal pasti efektif 1 April 2015.

“Iya (dihapus) kusus hunian tapak sejak mulai 1 April 2015,” kata deputi Pembiayaan Perumahan Kementerian Perumahan masyarakat (Kemenpera), Sri Hartoyo pada detikFinance, Selasa (6/5/2014).

Sri menyambung subsidi FLPP buat hunian rusun galib milik (Rusunami) dapat terus dipertahankan. argumen sang penguasa menyinggahkan acara FLPP pada hunian telapak ini merupakan lantaran tarif wilayahyg kembali naik tinggi. maka, penundukan memidana terhadap merombak rumah hunian telapak ke rumah tegak. Artinya untuk warga berpenghasilan cela (MBR) yg ingin memperoleh subsidi, maka mestimembayar rusunami, bukan hunian tapak.

tarif daerah makin mahal, dan supaya hunian lebih pada dgn ruang pekerjaan. maka subsidi dialihkan kusus terhadap rusunami,” kata Sri.

Dalam tertib Menteri Perumahan masyarakat (Permenpera) nomer 3 th 2014 mengenai media Likuiditas Pembiayaan Perumahan Dalam Rangka Pengadaan Perumahan lewat Kredit/Pembiayaan Pemilikan hunian Sejahtera, ditetapkan bayaran menjual hunian sejahtera telapak dan hunian susun yg berbeda-beda di tiap-tiap provinsinya.

Salah satu syaratnya, sang penguasa memanjatkan batas hidup penghasilan maksimum penerima subsidi KPR rusun semenjak rupiah 5,5 juta/bulan jadi rupiah 7 juta/bulan

diawal mulanya Menpera Djan Faridz sempat menyampaikan konsep abolisi subsidi bagi hunian sol bermaksud supaya tidak ada kejahatan lahan-lahan pertanian di lebih kurang kota-kota gede seperti Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *