Bataviase

Hati-Hati Menjadi Atlet Indonesia

Kabar tengah malam televisi kompas (20/11) pernah membahas menyangkut bonus dari beberapa atlet yg bermain di kejuaraan olahraga besar Sea Games. Dalam kabar itu disebutkan bila pemerintah lewatKementrian pemuda dan olahraga sudah menyiapkan uang sebesar Rp.150 miliar. dana tersebut sudah dianggarkan guna tiap-tiap pemain yg sudah terlibat dalam bermacam kejuaraan dan berhasil meraihmedali. tiap-tiap peraih medali emas bakal diberikan pemberian rupiah 200 juta. sebaliknya peraih medali perak bakal menerima Rp.50 juta. Dan peraih medali perunggu memperoleh Rp.30 juta. aspek tertulisdi sampaikan langsung oleh Menteri pemuda dan olahraga Andi Malarangeng. bonus tersebut, imbuh Malarangeng, dapat diberikan sesudah perjamuan besar olahraga se-Asean tercatat selesai. Mendengar aspek tersebut, agaknya bidang olahraga menerima dukungan yg luar biasa dari orang nomor 1. maka, kalau sekilas melihatnya, segenap pemain olahraga merupakan beberapa orang yg tak perlu gelisahmenghadapi musim depannya, dan musim pensiunnya. lantaran seolah-olah beberapa olahragawan di Indonesia ini jauh dari masa susah, seseorang pensiunan olahragawan terjauh dari kewajiban untukmenghadapi masa pensiunnya dgn terpuruk dan penuh pertarungan dalam sektor ekonomi. Tapi coba kita lihat beberapa orang veteran olahragawan. Salah satunya Heri Setiawan mantan atlet angkat besi. beliau menyebut tidak sedikit atlet tak fokus dalam menggapai prestasi terbaiknya lantaran mereka memikirkan masa pensiun yg masih belum jelas. bahkan, beberapa orangtua dari atlet-atlet tersebutberpikir mengenai olahraga tidak menjamin penghidupan yg lebih baik.

Lain lagi dengan kisah yg diutarakan oleh Joko Suprianto. Mantan pemain bulu tangkis ini merasa gerah terhadap minimnya perhatian pemerintah terhadap bekas atlet. bahkan beliau mengaku tak sedikitkoleganya yg jadi sasaran akibat tak adanya perhatian awal sang pemimpin. Joko menyayangkan seandainya negara selama ini hanya mampu menjunjung tinggi atlet diwaktu masih aktif.

sudah saatnya negara merubah paradigma dan sikapnya yg salah bagi beberapa atlet dan pensiun atlet. Menpora tak lagi cuma memberikan banyaknya uang sebagai insentif belaka sepanjang si atlet berprestasi. Tapi negara melalui Menpora seharusnya menindaklanjuti dengan mendata seluruh atlet dan mantan atlet yg berprestasi untuk bisa memberikan dukungan untuk mereka. terutama bila mereka dalam keadaan kesulitan ekonomi. Apakah tidak mungkin, tiap-tiap atlet yg pensiun diberikan duit pensiun, sebagaimana seperti pegawai negri? Atau membuat uang pensiun untuk semua atlet Indonesia ygiurannya diambil dari gaji si atlet ditambah dari kas negara. jadi jangan sampai cuma memberikan balasan yg besar sepertinya dapat membuat kaya si atlet, walaupun setelah itu pemerintah mengabaikan si atlet pailit. Bukan cuma pailit dengan cara materi, sekalipun si atlet miskin perhatian dan penghargaan dari pemerintah. Dapatkah Andi Malarangeng sbg Menpora merubah situasi ini? cuma aksi yg nyata sebagai jawabannya. janganlah lantaran cuma ada Sea Games uang guna atlet ingin digelontorkan. Tapi setelah itu, nasib atlet jadi terkatung-katung. janganlah hingga sebuah kala kelak, kaum orang tua di Indonesia jadi berbicara bagi anaknya yg mau menjadi atlet nasional : “Nak, hati-hati ya menjadi atlet Indonesia…”

Source: Kompasiana.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *