Bataviase

Agustinus Sufiano, Bawa Seni Bela Diri Tiongkok Ke Jakarta

Baguazhang yakni seni bela diri Cina yg membawa prinsip dasar dari buku kuno I Ching. Baguazhang adalah salah satu dari tiga ilmu bela diri Cina yg melatih organ dalam dahulu dengan membentukkekuatan kuda-kuda dan tidak melatih diri dengan kekerasan yg juga disebut Neijia (dua lainnya yakni Xingyi dan Taijiquan) orang Cina mengenal Taijiquan dengan kekuatan pinggangnya. Xingyi kekuatantinjunya dan Baguazhang mahsyur dgn langkah kakinya.

Baguazhang sendiri kalau diartikan pada bahasa Indonesia berarti (jurus) telapak Delapan Penjuru (八 berarti delapan, 卦 berarti penjuru, dan 章 berarti tapak) Seni bela diri ini menggarisbawahi padabagaimana rahasia melawan tandingan dgn telapak terbuka dan perubahan, berbeda dengan seni bela diri kebanyakan yg memanfaatkan tinju dan tenaga yg besar.

yg membedakan Baguazhang dari ilmu bela diri rata-rata ialah nyaris tak adanya stamina tindihan yg ada di kategori bela diri Waijia lantaran latihannya melatih tubuh bagian dalam. Baguazhang jugamemusatkan pada aktivitas memutar melingkar dengan mata dan tangan tertuju ke tengah lingkaran. Pukulan-pukulan bagi ilmu bela diri ini juga tak bisa dgn memakai otot yg keras. Kelenturan, totalitasbadan dan pikiran jadi kunci.

seorang petarung Baguazhang tak berhadapan langsung bersama kekuatan lawan meskipun mencari celah guna kemudian memukul dan mengoptimalkan stamina yg ada. bila dilakukan dgn benar, musuhakhirnya akan terkepung oleh gerakan lincah Baguazhang dan kehilangan keseimbangan. dgn demikian musuh mampu dgn gampang dikalahkan bersama serangan-serangan yg berubah-ubah serasi bersamakeadaan. semua petarung dari ilmu bela diri lain menyampaikan bahwa susah sekali menghadapi lawan yg senantiasa berubah-ubah dan mempunyai aktivitas serentak seperti Baguazhang. Baguazhang sendirimengijinkan petarung untuk bergerak leluasa dan bahkan mengitari lawan dengan cepat.

Baguazhang sendiri ialah ilmu bela diri yg terbilang baru. yakni Agustinus Sufianto yg mengambil ilmu bela diri ini ke Indonesia. Agustinus sendiri menyelenggarakan akademi Delapan Penjuru dan melatih anak didik Baguazhang di satu buah kampus swasta di Jakarta. dirinya adalah anak cucu kelima dari aliran Yin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *