Bataviase

Kisah Cinta Gayus

GAYUS tambunan si Manusia Rp 25 miliar rupanya terdapat cerita menarik dalam mengawali asmara dengan Milana Anggraeni. bagaikan kisahseru Cinderella, Gayus yang berawal dari keluarga miskinberhasil mendapatkan seorang perempuan yang jelita dan berasal dari keturunan kaya raya. Gayus yang lahir pada bulan Mei tahun 1979adalah kaum buruh dermaga tanjung Priok, Jakarta Utara. Ainir Syarifuddin tambunan, sang bapak begitu bangga melihat anak kesayangannya berhasil mempersunting perempuan dari keturunan berada,

ketua RT, Amir Suhadi mengaku turut bangga melihat salah seseorang warganya berhasil mempersunting perempuan dari keluarga kaya. padasaat Gayus menikah di masjid Kelapa gading, saya datanguntuk melihat pernikahan, kata amir, Jumat (2/4).Menurut amir, sedari belia Gayus tinggal bersama-sama orang tuanya di jalan Warakas 1 Gang 23 RT 011/08 No 4, Papanggo, Jakarta Utara.

keluarga Gayus sudah menetap di lokasinya semenjak kira-kira waktu 1970. Gayus menetap bersama-sama kedua orang tua dan empat saudara kandungnya. dengan pintar, Gayus berhasil masuk ke sekolah tinggi Akutansi negara (STAN).Setelah dari sekolah tinggi Akuntansi negara (STAN) tahun 2000, Gayus dibubuhkan di Balikpapan. sebagian waktu kemudian Gayus yang diangkat menjabat PNS golongan HIA di bagian Penelaah keberatan pada seksi banding dan gugatan kawasan Jakarta II Ditjen Pajak.

tahun 2001 Gayus berteman dengan Milana Anggraeni. Ayah Milana yang dikenal sebagai orang berada di lingkungannya sempat kurang setuju anaknya berpacaran dengan Gayus. Sang ayah Milana ragu apakah Gayus dapat membahagiakan Milana. konon hubungan agak dikekang. makadariitu Milana dahulu kerap sakit-sakitan thypus,” kata setanggaMilana yang enggan disebut namanya.Beberapa tetangganya sering melihat Gayus berkunjung ke rumah Milana pada malam hari, dan keduanya langsung pergi. karena Milana sangat menyayangi Gayus, akhirnya ayah Milana luluh jua. Gayus pun menikahi Milana pada tahun 2002.

seusai menikah. Ayah Milana membelikan apartemen mewah di daerah Cempaka Mas, di jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat. nilainya dikira Rp 600 juta. apartemen itu saatini dijaga dua adik Gayus, Wiwit dan Detri,” kata ketua RT 11 RW 8 Kelurahan Papanggo amir Suhadi di Jakarta, Jumat (2/4).Mertua Gayus, Dayu permata (54) sangat kaya. keluarga sangat menyayangi Milana yang dari belia dimanja dan serba berkecukupan. latarbelakang itulah yang disinyalir ayah Milana ragu kepada Gayus untuk bisa membahagiakan anaknya.”Kalau dahulu waktu Idul Qurban, orangtuanya Milana kerap bersedekahsebagian ekor sapi. Mobilnya aja mahal yang mewah. ada Toyota Altis, Innova, dan Mercy,” kata dia.

Ini jelas sangat kontras dengankondisi keluarga Gayus. Gayus adalah anak kedua dari lima bersaudara. Sebelum pensiun, ayah Gayus, amir Syarifuddin tambunan, merupakan karyawan di sebuahperusahaan swasta di dermaga tanjung Priok. Ibu Gayus sudah meninggal semenjak 1980-an.”Milana beberapa kali ke rumah itu, tapi semenjak Gayus ditugaskan di sejumlah kantor pajak di luar Jawa, mereka tak pernah kedapatan di rumah itu lagi, ujarnya.Pasangan Gayus dan Milana juga sempat serumah dengan mertua. tetapi semenjak mertuanya membelikan apartemen, pasangan Gayus-Milana tinggal di apartemen. “Tapi nggak lama barulah, Gayus sudah mampu beli rumah yang di Kelapa Gading,”ujar Amir. Di mata para tetangga, kedua sejoli ini sama-sama pendiam. jarang tampak berduamendatangi tetangga atau ngobrol-ngobrol dengan warga sekitar perumahan. mereka diam-diam aja, paling jikalau bertemu cukup senyum,” imbuh seseorang warga yang tak hendak disebutkan namanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *