Bataviase

Fraksi Golkar : LKPj Siantar Tahun 2016 Copy Paste dan Asal Jadi

Laporan keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) representatif Kota Siantar th 2016 diduga asal jadi. dikarenakan ditemukan ketidakcermatan pada penyusuan LKPj tersebut, maka Fraksi Golkar DPRD Siantar, menyebutnya dgn LKPj yg copy paste.

pada musyawarah paripurna DPRD Kota Siantar, Rabu (31/5/2017) Fraksi dari partai berlambang pohon beringin tersebut memberikan pemandangan universal terhadap nota pengantar dan buku laporanketerangan pertanggungjawaban wali Kota Siantar th anggaran 2016 yg dibacakan oleh pemerintah Fraksi Golkar, Rini Silalahi.

saya mau mengkoreksi atas ketidaktelitian Pemko pada menggelar LKPj wali Kota Siantar thn biaya 2016 ini. pada buku LKPj pada halaman 3 poin 29 yg sudah memasukkan Perda No. 1 th 2017 tentangpembenahan piranti negara Kota Siantar sbg dasar undang-undang. bagaimanakah mungkin Perda yg dibentuk thn 2017 jadi dasar undang-undang dalam pengendalian pemerintahan di thn 2016?” kata Rini membacakan pandangan umum fraksinya.

Fraksi Golkar tengah menerka bahwa LKPj tertulis disusun asal jadi dan cuma menjiplak LKPj thn dulu, atau artiannya LKPj 2016 tersebut adalah hasil copy paste dari LKPj th 2015 dikarenakan masing-masingSKPD mengeluhkan permasalahan kekurangan dana, namun faktanya ditemukan sisa Lebih penggunaan biaya (Silpa) sebesar rp 158 miliar.

saya kembali memperhitungkan bahwa roda pemerintahan pada thn biaya 2016 di bawah kepemimpinan para Pj wali Kota terdahulu tidak atau belum terjadi dengan maksimal sesuai dgn angan-anganmasyarakat Kota Siantar dan buku LKPj th anggaran 2016 ini semula kayaknya cuma copy paste saja dari buku LJPJ th anggaran 2015.

yg mana nyaris total SKPD mengeluhkan soal kurangnya dana di dinas masing masing akan tetapi akhirnya menghasilkan SILPA sebesar rp 158 Milyar sehingga bertolak belakang antara keluhan dan kenyataan dengan adanya Silpa tersebut, papar Rini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *