Bataviase

Sumbangsih Besar, Santri Tak Tertulis di Sejarah Sekolah

Peran santri pondok pesantren dalam membangun bangsa Indonesia hampir tak diakomodir dalam histori yg diajarkan di sekolah-sekolah. tetapi, dedikasi santri pada penduduk sejak era penguasaan sampaikebebasan benar benar besar.

elemen itu disampaikan pemimpin Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo KH Achmad Chalwani disaat berceramah dalam aktivitas pesantren kilat di hadapan tutor dan beberapa ratus peserta didikSMK TKM daya upaya Tamansiswa Purworejo, Selasa, (13/6).

tuturnya, ada tidak sedikit operasi histori tokoh-tokoh penduduk termasuk juga peristiwa pendiri halaman ladang Siswa.

“Ki Hadjar Dewantara merupakan satu orang santri permulaan guru agama Sulaiman Zaenudin di Kalasan, Sleman djogja. Namun belas kasih, peristiwa Ki Hadjar Dewantara sbg satu orang santri ini tak sempatdiajarkan di sekolah-sekolah,” tandasnya.

sebab latar buntut satu orang santri, sambung KH Chalwani, maka biasa apabila salah satu opininya menyangkut pendidikan yaitu, system pendidikan yg paling terjadi merupakan system pendidikan pondok pesantren dikarenakan daerah pesantren teramat beri dukungan aktivitas pembelajaran.

opini tertera disampaikannya patuh pengalaman pribadi Ki Hadjar Dewantara. termasuk juga sikap kebun peserta didik ini kan tambah diilhami asal system pesantren. Maka benar benar serasi apabila TKM ini mengarang pesantren kilat,” katanya.

tidak hanya Ki Hadjar Dewantara, ada satu orang santri yg wirawan menentang penjajah Belanda diwaktu yg lain tak ada yg jantan. Santri itu bernama Abdul Hamid putra raja Hamengkubuwono ke III bermulaibu Pacitan.

“Abdul Hamid ini namanya nanti jadi nama Kodam IV Jawa lagi merupakan Pangeran Diponegoro. pengertian Diponegoro yg sempat nyantri di KH Hasan Besari Ponorogo, mengaji syarah Al-Qur’an guna KH Baidhowi Bagelen Purworejo tak sempat diajarkan dalam pelajaran peristiwa, katanya.

mendapatkan KH Chalwani, sedang tidak sedikit pun peristiwa perwira yg berjasa agung kepada orang Indonesia yg berlatar buntut santri. termasuk juga figur emansipasi perempuan RA Kartini.

apalagi yg mempunyai gagasan pada menafsiri Al-Qur’an dgn bahasa Jawa biar enteng dipahami oleh warga kembali Kartini. konsep tertulis disampaikannya guna KH Soleh bumi Semarang dan hasilnyasungguh-sungguh direalisasikan oleh KH Soleh,” tandasnya.

Sementara itu, sirah SMK usaha Tamansiswa Purworejo, Ki Gandung Ngadino SPd menyatakan, pesantren kilat tercatat yaitu salah satu seri gerakan di bln Ramadan. tidak cuma pesantren kilat masihdilaksanakan tarawih dgn, tadarus juga gerakan puji-pujian disaat tengah malam lebaran nanti.

gerakan ini yakni upaya ana buat mempertaruhkan wawasan anutan buat separo peserta didik. sampai-sampai di luar bln Ramadhan, saya pun dengan cara teratur menerbitkan khataman Al-Qur’an dan aktivitasmujahadah,” imbuhnya.

Source: nu.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *