FSPPB desak percepat rombak direksi Pertamina
16 Jan 2010
JAKARTA - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menuntut agar perombakan jajaran direksi PT Pertamina (persero) dipercepat. Presiden FSPPB Ugan Gandar mengatakan saat ini jajaran direksi Pertamina tidak solid, sehingga menghambat kinerja perseroan. Menurut dia, para karyawan juga akan melakukan mogok kerja jika pemerintah selaku pemegang saham Pertamina melakukan politisasi terhadap proses perombakan jajaran direksi. "Saat ini hanya ada dua direksi Pertamina yang berasal dari kalangan internal, sedangkan sisanya berasal dari eksternal. Kondisi ini yang membuat Hm direksi kurang memahami permasalahan yang ada dalam Pertamina," ujarnya, Jumat (15/1). Ia mengakui FSPPB sudah melakukan dialog dengan Menneg BUMN yang diwakili Deputinya tentang perombakan direksi yang mendesak dilakukan. Ia mengatakan Karen Agustia-wan diperkirakan akan tetap menjadi Dirut PT Pertamina (persero) sesuai hasil penilaian fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) Tim Penilai Akhir (TPA).Ugan menambahkan Karen Agus-tiawan masih layak untuk dipertahankan. Namun, untuk jajaran direksi yang lain harus dirombak, Karen dan beberapa nama yang masih orang dalam Pertamina akan menjadi direksi BUMN Migas itu. Jika demikian, kini tinggal menunggu Menneg BUMN menetapkan dan melantik yang akan dilakukan akhir Januari. Berdasarkan sumber Harian Terbit, sampai kemarin, TPA sudah merampungkan tes dan memilih-nama yang akan di plot dalam jajaran direksi baru Pertamina. Selain Karen, ada Ferederick ST Siahaan yang akan menjadi Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis, M. Afdal Bahaudin (Direktur Keuangan), Bagus Sudaryanto (direktur hulu), Triharyo Soesilo (direktur pengolahan), Hanung Budya (direktur pemasaran dan niaga), Rukmi Hadihartiru (direktur SDM) dan Waluyo (direktur umum dan pengembangan aset). Menurutnya, pergantian direksi ini sesuai dengan asas transpar- Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan hampir 100 persen personil direksi dirotasi saja, tak ada nama baru yang di luar bisnis migas. "Semua direksi lama tetap hanya bergeser posisi saja, yang baru itu Afdal Afdal Bahaudin yang saat ini menjabat Presdir PT Tugu Pratama Indonesia, Bagus Sudaryanto Direktur Operasi Pertamina EP dan Hanung Budya yang sebenarnya masih Deputi Direktur Pemasaran," kata Sofyano. (fenty) |
|

