Warga Petogogan Dapat Fasilitas MCK
29 Jan 2010
MCK antibanjir ini berukuran 45 meter persegi. Peresmian MCK ini sengaja digelar di RW 03 Petogogan, karena kawasan ini wilayah langganan banjir di Jakarta Selatan. MCK antibanjir ini berukuran 45 meter persegi, terdiri atas enam toilet, satu kamar mandi, tempat cuci pakaian, dan sarana cuci tangan pakai sabun. MCK ini juga dilengkapi fasilitas pengolahan limbah untuk dapat meminimalisasi pencemaran lingkungan. Di salah satu sisi MCK, terdapat ruangan untuk tempat evakuasi warga bila terjadi banjir. Diharapkan, 700 lebih kepala keluarga (KK) yang berada di wilayah ini dapat memanfaatkan MCK tersebut dengan sebaik-baiknya. Ke depannya, Anas mengatakan, pihaknya telah memprogramkan pembangunan MCK rawan banjir di daerah lainnya di Jaksel. Ia mengatakan, sejumlah wilayah, seperti Bukit Duri, Kebon Baru, Manggarai, dan Rawa Jati akan menjadi target berikutnya. "Kita akan bangun bertahap. Kita merencanakan program ini untuk tahun ini dan tahun depan," ujarnya. Diakui Anas, dalam proyek pembangunan MCK antibanjir ini, pemerintah memang menghadapi beberapa kendala. Di antaranya, kesulitan mencari tanah yang akan dijadikan sebagai tempat pembuatan MCK antibanjir. Oleh karena itu, Anas mengharapkan adanya bantuan dari masyarakat berupa tanah wakaf untuk kepentingan umum. Menurut Harod Novandi, koordinator Lapangan ESP DKI, pembuatan MCK antibanjir ini menelan dana ratusan juta rupiah. Kini, pihaknya dan beberapa instansi telah bekerja sama membangun beberapa MCK antibanjir di Jakarta, antara lain di Pademangan. Kohar, koordinator pengelola MCK, mengatakan pihaknya akan merawat sebaik-baiknya MCK antibanjir yang telah dibangun untuk warga Petogogan. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan sejumlah langkah sebagai bentuk tindakan perawatan. "Kita akan menerapkan sistem. Setiap kepala keluarga akan dikenai biaya perawatan MCK sebesar Rp 1.000 per bulan, yang merupakan hasil rundingan dengan masyarakat. Ini diperlukan untuk biaya perawatan fasilitas di MCK, seperti ember ataupun operator dan listrik," katanya. Sambut baik Warga Kelurahan Petogogan menyambut baik kehadiran MCK antibanjir. Namun, warga menyayangkan jumlah toilet yang terbatas hanya enam unit. Etik (30), misalnya, warga RT 11, RW 03, Petogogan, ini menilai jumlah MCK antibanjir yang ada tak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Ia mengatakan, dulunya jumlah toilet yang ada di MCK lama lebih banyak dibandingkan yang sekarang. "Dulu, di MCK ini ada 10 toilet laki-laki dan perempuan. Kenapa sekarang jadi sedikit," kata Eti. c21. ed utomo |

