Dari WC Gantung ke MCK Antibanjir
01 Feb 2010
Sudah sekitar tiga bulan ini. Zainal dan warga lainnya di RW 03, Kelurahan Petogogan. Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menggunakan WC gantung yang ada di pinggiran Kali Krukut. WC gantung ini merupakan kakus sementara yang mereka gunakan selagi Mandi Cuci Kakus (MCK) direnovasi. Zainal berdiri tepat di belakang MCK antibanjir yang ketika itu belum bisa dipakai karena belum diresmikan. WC gantung yang biasa mereka sebut WC Helikopter ini terdiri atas delapan bilik empat untuk para lelaki dan empat untuk perempuan. Tak ada dinding ataupun papan yang menutupi WC gantung ini. Hanya ada sekat-sekat seng yang membatasi satu kakus dengan yang lain. "Ya, kadang kelihatan laki-laki dan perempuan. " kata Zainal, warga RT 15/RW 03. Petogogan, akhir pekan lalu. Di kiri-kanan WC, terdapat banyak tumpukan sampah yang sudah menyatu dengan tanah. Selain itu. sesekali akan tercium aroma tidak sedap yang datang, entah dan sampah, air kali.ataupun aroma seseorang yang sedang buang air besar. "Yang pasti, ketika buang air di sini, banyak angin sepoi-sepoinya." kata Zainal lagi sambil sesekali menahan tawanya. Menurut Zainal, tiap pagi, ia dan warga kerap kali antre di WC gantung ini. Ia mengatakan, dalam sehari, tiap paginya akan ada puluhan orang antre hanya untuk memakai WC gantung ini. Karena tak ada saluran air. ia dan warga akan membawa air dalam ember. Airnya bisa dan mana saja. Menurutnya, terkadang warga bisa membawa air keran atau malah mengambil air langsung dari kali. Sebenarnya, warga RW 03 Petogogan sudah pernah memiliki MCK. MCK yang sudah ada sejak belasan tahun yang lalu tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat. MCK ini memiliki sepuluh bilik lima untuk lelaki dan lima yang lain untuk peremouan. Semua kegiatan, mulai dari mandi, mencuci pakaian, hingga buang air. dilakukan di MCK ini. Sayangnya. MCK tersebut tidak memiliki pengolahan limbah warga.Jadi, limbah dan tinja langsung akan dibuang ke dalam kali. Selain itu. Zainal mengaku, MCK pun terlihat seperti tak terawat. Kebersihan MCK sangat tak diperhatikan. "Jorok, kotor, dan bau." ujarnya lagi. Selain itu. ketika hujan deras datang, MCK yang terletak di pinggiran Kali Krukut ini kerap kali jadi langganan banjir. Hal ini diperparah dengan tangki septik yang tidak ber fungi. Ketika hujan datang, lumpur tinja MCK dan limbah toilet yang terbawa air tak jarang menggenangi permukiman warga. Ketika banjir, air yang bercampur tinja dan kotoran menyebabkan penyakit pada diri warga. Kini. Zainal dan warga RW 03. Petogogan. boleh sedikit bernafas lega. MCK mereka yang dulu kusam dan tak sehat kim telah direnovasi dengan MCK antibanjir. MCK antibanjir ini terselenggara atas kerja sama Pemerintah Jaksel dengan United States Agency International Development (USAID). MercyCorps. dan Enviromental Services Program |
|

