Selasa, 9 Maret 2010 | Jumlah artikel terbit hari ini: 1225

Utang Luar Negeri Diturunkan

JAKARTA (Suara Kaiya) Indonesia berencana menurunkan utang luar negeri menjadi hariya 24 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2014. Rencana ini disampaikan melalui Jakarta Commitment (komunitas beranggotakan 22 negara dan lembaga donor internasional).

"Kita tidak hanya berharap uangnya dari Jakarta Commitment Tapi tata caranya kita ingin pada 2014 utang luar negeri tinggal 24 persen dari PDB," kata Sekretaris Utama (Sestama) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Syahrial Loethan di Jakarta, kemarin. menurut Syahrial, melalui Komitmen Jakarta itu pemerintah lebih berharap pada tatacara pengelolaan utang menuju penurunan, sehingga tiga atau empat tahun ke depan utang luar negeri makin kecil.

Syahrial mengatakan bahwa komitmen "bersama 26 negara dan badan internasional yang menjadi mitra luar negeri dalam lingkup Komitmen Jakarta yang dimulai 2012 tidak mengutamakan besaran utang yang akan diterima pemerintah Indonesia melainkan, tatacara pengelolaan dana untuk menunjung berbagai program di neger ini. "Yang penting kita di depan (menyetir) tidak dikendalikan," tandasnya.

Seluruh 26 negara dan badan internasional yang menjadi mitra Indonesia itu akan memberikan bantuan baik hibah maupun pinjaman luar negeri ssesuai komitmen Jakarta (Jakarta Commitment) dimulai 2012. "Mereka bukan donor tapi partner bagi pembangunan kita, dan kita country strategies partnership," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional {PPN/Kepala Bappenas) Arm ida Ali-sjahbana usai memberi sambutan pada acara Satu Tahun Komitemen Jakarta.

Bappenas bersama Departemen Keuangan, kata Armida saat ini tengah menentukan besarnya komitmen hibah dan pinjmanan luar negeri yang akan dibicarakan bersama mitra asing tersebut Saat ini, menurut data dari Ditjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan (Deokeu) utang pemerintah sebesar 169,13 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.589 triliun. Itu terdiri dari pinjaman 64,93 miliar dolar AS dan surat berharga 104,2 miliar dolar AS. Rasio utang itu sebesar 29 persen dari PDB Indonesia sebesar Rp 5.401 triliun.

Tercatat pada tahun ini, utang luar negeri yang akan dibayar oleh pemerintah mencapai 8270 miliar dolar AS yang setara dengan Rp 80 triliun, terdiri dari pokok utang sebesar 5,754 miliar dolar AS dan bunga utang 2,517 miliar dolar AS. (in4n|

Entitas terkaitArm | Armida | Bappenas | Departemen | Indonesia | Kepala | Rasio | Rencana | Suara | Syahrial | Tercatat | Jakarta Commitment | Komitmen Jakarta | PDB Indonesia | Sekretaris Utama | Bappenas Syahrial Loethan | Jakarta Commitment Tapi | Satu Tahun Komitemen | Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional | Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional | Utang Luar Negeri Diturunkan | Ditjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan |
Ringkasan Artikel Ini
Bappenas bersama Departemen Keuangan, kata Armida saat ini tengah menentukan besarnya komitmen hibah dan pinjmanan luar negeri yang akan dibicarakan bersama mitra asing tersebut Saat ini, menurut data dari Ditjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan (Deokeu) utang pemerintah sebesar 169,13 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.589 triliun. Tercatat pada tahun ini, utang luar negeri yang akan dibayar oleh pemerintah mencapai 8270 miliar dolar AS yang setara dengan Rp 80 triliun, terdiri dari pokok utang sebesar 5,754 miliar dolar AS dan bunga utang 2,517 miliar dolar AS.

Jumlah kata di Artikel : 351
Jumlah kata di Summary : 90
Ratio : 0,256

*Ringkasan berita ini dibuat otomatis dengan bantuan mesin. Saran atau masukan dibutuhkan untuk keperluan pengembangan perangkat ini dan dapat dialamatkan ke tech at mediatrac net.
Pendapat Anda
Pendapat anda mengenai ringkasan artikel ini : Baik Buruk