Rupiah Masih Tertahan di Level 9.400 Per US$
09 Feb 2010
Rupiah Masih Tertahan di Level 9.400 Per US$ TTTJis rupiah terhadap USS di pasar spot amaris bank Jakarta, Senin sore makin terpuruk men-X Vjauhi angka 9.400 per USS karena pelaku terus khawatir dengan ekonomi global yang melambat dan diperkirakan akan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Nilai tukar rupiah terhadap USS merosot menjadi 9.420-9.430 per USS, dibandingpe-nutupan akhir pekan lalu pada 9.389-9.390 atau turun 40 poin. Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kos-taman Thayib di Jakarta, mengatakan, pelaku pasar berlanjut melepas rupiah karena kekhawatiran mereka terhadap penumbuhan ekonomi global yang kurang menggembirakan. Selain itu juga karena USS di pasar regional membaik yang menekan bursa Wall Street melemah yang berimbas ke pasar uang khusunsya rupiah, katanya. Menurut dia, ekonomi global dikhawatirkan tidak menggembirakan sebagaimana diperkirakan sebelumnya karena defisit anggaran di Yunani dan Spanyol yang menunjukkan bahwa ekonomi kawasan Eropa melemah dan kinerja ekonomi AS yang juga melemah. "Kami memperkirakan rupiah akan kembali melemah, karena sentimen negatif pasar makin menguat," ujarnya. Rupiah, lanjut dia, sebenarnya harus mendapat dukungan pasar setelah obligasi pemerintah yang ditawarkan di pasar mendapat respons pasar. Namun pelaku pasar uang cenderung tidak mengindahkan faktor tersebut sehingga rupiah terus melemah tanpa ada yang menahannya, katanya. Kostaman Thayib mengatakan, posisi rupiah yang terus tertekan diperkirakan akan mendorong Bank Indonesia (BI) masuk ke pasar untuk menahan lajunya tekanan tersebut. BI tidak menginginkan rupiah berlanjut melemah hingga mendekati angka 9.500 per USS. Apabila rupiah sampai di posisi 9.500 per USS maka peluang untuk merosot akan makin besar, ucapnya. BI, lanjut dia, memiliki cadangan devisa yang cukup besar dan mampu menahan tekanan pasar yang cukup kuat, meski otoritas moneter itu juga mempunyai kepentingan terhadap USS. BI akan menjaga rupiah tidak terpuruk lebih jauh dengan melepas cadangan doalmya ke pasar, ujarnya. Secara terpisah pengamat pasar uang Edwin Sinaga mengatakan, pelaku asing panik melihat pertumbuhan ekonomi AS yang kurang meyakinkan akan mendorong ekonomi global tidak akan tumbuh dengan baik. Selain itu masalah defisit anggaran Yunani dan Spanyol menunjukkan ekonomi kawasan Eropa juga tidak berjalan dengan baik, ucapnya.Kepanikan pelaku pasar mengakibatkan mereka lebih suka melepas rupiah dan membeli USS, sehingga rupiali terpuruk hingga di atas 9.400 per USS. "Dikhawatirkan akan mendekati angka 9.500 per USS," ucapnya. |
|

