Soal Papua, Kalla Yakin Didukung SBY
09 Feb 2010
JAKARTA, BK "Nanti, jika memang akan dijalankan (perdamaian) itu, saya harus bertemu Presiden lagi, kata Kalla menjawab pers, seusai bertemu dengan Ketua Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) di Gedung PMI, di Jakarta, Senin (8/2). Sebagaimana diketahui, Kalla diajak bergabung untuk menyelesaikan masalah perdamaian secara menyeluruh di Provinsi Papua. Kalla diajak bergabung karena dianggap berpengalaman di bidang perdamaian -mulai dari Aceh hingga Poso. Sebelumnya Kalla membenarkan dirinya diajak berkonsultasi oleh Komnas HAM untuk ikut memikirkan penyelesaian secara menyeluruh masalah Papua. Sebab, meskipun Otonomi Khusus (Otsus) sudah lama dijalankan dengan baik dan dengan dana yang sangat besar, namun masih terjadi letupan-lctupan di Papua. Untuk menyelesaikan masalah Papua, sambung Kalla, tahap pertama adalah mempelajari data dan informasinya secara lengkap dan rinci terkait Papua. Termasuk, pelaksanaan Otsus. Otsus sudah dilaksanakan, lalu masalahnya apa? Tentu, ini ada masalah internal yang harus cepat diselesaikan,* katanya, seperti dilansir Kompas.com Di pihak lain. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) berpendapat, pemerintah seharusnya lebih sabar untuk menghadapi situasi Papua. Pasalnya, Kontras melihat gerakan pro-perdanuian di Papua jauh lebih besar daripada mereka yang menginginkan melaksanakan metode lain di luar jalur perdamaian. Hal itu disampaikan Koordinator Kontras, Usman Hamid, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurut dia, kelompok di Papua seperti yang dipimpin Kelly Kwalik (kini alamra-hum) adalah kelompok insurgcnsi berskala kecil, sedangkan gerakan pro-perdamaian dalam penyelesaian Papua jauh lebih besar. Ja |
|

