Dikecam di Kampung Sendiri
09 Feb 2010
PERFORMA Didier Drogba yang memikat saat mengalahkan Arsenal kemarin (8/2) menuai pujian dari fans Chelsea. Namun, buat publik Pantai Gading, negara asal Drogba. penampilan gemilang sang bintang justru terasa menyakitkan. "Kita lihat saja apa yang akan dilakukan orang ini (Drogba, Red). Semoga dia mencetak gol ke gawang Arsenal sehingga kita semua bisa mcnghujatnya sebagai pengkhianat yang tidak mencintai negaranya," kecam Julien Tape, bartender di Abidjan, ibu kota Pantai Gading, seperti dikutip Goal. Ketika Drogba menjebol gawang Manuel Almunia pada menit kedelapan, tak ada seorang pun yang bersorak. Sebagian malah mencibir. "Saya tidak peduli dia mau cetak berapa gol pun. Kalaupun malam ini dia bikin seratus gol, itu urusan dia," cetus Matian Koua-dio, penjual ikan yang ikut nonton bareng. Sesungguhnya, bukan hanya Drogba yang menunjukkan perbedaan kualitas saat bermain untuk timnas. Masih ada beberapa nama lain, terutama mereka yang bermain di liga elite Eropa. Mereka cenderung bermain hati-hati untuk menghindari cedera Namun, penurunan kualitas yang ditunjukkan Drogba memang sangat mencolok. Dia tidak berani mengambil risiko ketika The Blues-julukan Chelsea-sedang dalam posisi kuat merebut titel Premier League. "Ini tindakan yang kejam. Kita bisa lihat bagaimana dia bermain setelah meninggalkan Angola. Kenapa dia tidak bisa melakukan yang seperempat dari malam ini ketika membela negaranya? Dia mestinya bisa membawa Pantai Gading ke babak yang lebih tinggi," sesal Jean Jacques Diby, warga Abidjan lainnya, (na/cai |
|

